Bertemu Kembali

1209 Kata

Gianna duduk sendirian di depan laptopnya, cahaya layar memantul lembut di wajahnya yang mulai lelah. Jemarinya berhenti menari di atas keyboard ketika deretan kata di layar terasa semakin kabur. Ia menghela napas panjang, membiarkan keheningan kamar menyelimuti pikirannya yang penuh. Perlahan, Gianna mengangkat kedua tangannya ke atas, meregangkan otot-otot yang kaku. Punggungnya melengkung ringan, bahunya berderit pelan seakan memprotes terlalu lama dipaksa bekerja. Ia memejamkan mata sejenak, menikmati sensasi regangan yang menjalar dari ujung jari hingga ke pinggangnya. Udara malam menyusup melalui celah jendela yang sedikit terbuka, membawa aroma hujan yang baru saja reda. Gianna menurunkan tangannya, lalu menatap kembali layar di hadapannya. Kursor kecil itu masih berkedip sabar, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN