Amarah yang Membara

1435 Kata

Di rumah duka. Delvin diam terpaku sambil menatap tubuh sang istri yang sudah terbujur kaku. Tubuhnya sudah terbungkus dengan lembaran kain putih dan yang nampak kini hanyalah wajahnya yang benar-benar pucat. Delvin masih sangat mengingat senyuman terakhirnya di hari kemarin dan di hari ini, ia bahkan tidak bisa melihat senyuman itu lagi. Ia juga tidak bisa mendengar suaranya lagi. Delvin benar-benar terpukul dan merasa dunianya sudah runtuh. Dimana ia bisa mendapatkan wanita yang sebaik dan juga selembut Gretha? Tidak ada. Sudah tidak ada lagi yang sepertinya. Sudah tidak ada lagi wanita yang mengisi hari-harinya lagi. Sementara itu di kantor. Semua orang tengah berkerumun dan membicarakan tentang atasan mereka, yang hari ini tidak datang ke kantor dikarenakan sedang berduka. Terkec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN