Tidak tahu jam berapa, yang jelas mata Hera masih tidak kelar melek ketika mendengar suara orang muntah-muntah. Tadinya dia tidak peduli karena tidak kuat ngantuk, tapi matanya seketika melotot lebar begitu menyadari suaminya yang sedang muntah. Menyingkirkan selimutnya, Hera bergegas bangun menuju ke kamar mandi. Begitu membuka pintu dilihatnya si om sedang memuntahkan isi perutnya di toilet. Mukanya pucat. Matanya sampai memerah basah karena mual yang tidak berkesudahan. “Om kenapa?” Hera memijat pelan tengkuknya. “Mual, Beb! Dari pagi sudah bolak-balik mun …. huueekkk!” Ezra kembali muntah. Bahkan, hanya berwujud air karena isi perutnya sudah terkuras habis. “Om masuk angin atau salah makan? Coba diingat-ingat semalam makan apa?” Hera masih memijat tengkuk suaminya. Mulai panik

