Jadi pengangguran itu ternyata menjenuhkan. Terlebih bagi Hera yang biasa keluyuran dan kumpul dengan banyak teman. Si om juga makin sibuk sejak ketambahan mengurus showroom. Meski situasi sekarang sudah aman, tapi bukan berarti dia bebas keluar rumah. Jangan harap! Mamanya tiap hari sudah seperti CCTV berjalan yang terus mengawasinya. Kadang Hera dongkol melihat motor kesayangannya. Coba kalau perutnya tidak buncit, pasti masih bisa menaikinya. Apa daya sekarang sudah mengganjal. Jangankan ngelus motornya. Baru mengintip sebentar di garasi saja mamanya sudah langsung melotot dan menyeretnya masuk rumah. Bukankah bisa menyetir mobilnya? Bisa, tapi juga tidak diperbolehkan. Kalau mau keluar dia menunggu dijemput Jingga atau Ruby. Selebihnya diantar mamanya, kadang juga Nova. Bisa dibayangk

