Boncengan motor sama Pras tentu saja sudah sering, tapi baru kali ini Nova dibuat panas dingin oleh pria sinting itu. Dia sampai seperti lupa cara bernafas, gara-gara Pras yang terus memeluknya sebegitu erat. Entah beneran lagi oleng karena memang tadi minum tidak sedikit, atau sengaja cari kesempatan. Yang jelas sepanjang perjalanan Nova deg-degan. Mau marah juga tidak tega. Pras memeluknya dengan kepala menyandar di pundak. Seperti sedang lelah. Sampai akhirnya motor Nova berhenti di area parkir apartemen mereka. Pras turun. Sedikit terhuyung. Nova yang masih duduk di motor pun menyambar lengannya, lalu menariknya mendekat. Gemas sekali dia ingin menoyor kepalanya. Seharian sudah membuat tensinya naik. Apalagi kalau ingat si keong racun yang terus nempel dan ngoceh sok jadi calon istrin

