Bab 142. Hukuman Ternikmat

2440 Kata

Bukan maksud Zelda mengabaikan Langit. Hanya saja dia tahu betul, kalau dirayu duluan pasti malah makin-makin merajuknya. Maksud hati mau menunggu amarahnya reda dulu, baru dibujuk. Biar tidak kebanyakan drama. Lagi pula dia yakin, kalaupun tadi Langit pergi, pasti bakal balik lagi. Zelda sudah fasih bagaimana membuatnya luluh. Siapa sangka malah Ruth berulah. Ujung-ujungnya dia diseret masuk ke kamar. Bukan apa, tapi malu jadi tontonan banyak orang. Membiarkan Langit melampiaskan marahnya, meski bibirnya perih jadi sasaran amukan. Dilumat rakus. Tak memberinya kesempatan menolak. Sesekali Langit menggigit, mengulum, dan mencecap sampai Zelda kewalahan. Mana saking tingginya, dia harus jinjit lagi. Memeluk pinggang calon suaminya, karena dia ditarik merapat. Ciuman Langit mulai berubah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN