Sepanjang perjalanan pulang, muka David Aswangga tampak kaku menahan emosi. Bagaimana dia tidak sakit hati, tahu kehidupan Soraya yang seperti di neraka. Bahkan, nyawanya berakhir di tangan suaminya sendiri. Kalau boleh memilih, dia akan lebih senang bertemu dengan Soraya yang sudah bahagia dengan laki-laki lain sekarang. Meski sakit melihat wanita yang masih berdiam di hatinya itu jadi milik orang lain, juga anaknya memanggil pria lain papa. Tidak apa, dia rela daripada hanya bertemu kuburannya saja. Terlebih mendengar kisah pilu sepanjang hidupnya. Brian Carlos tetap ikut ke rumah sakit, karena besannya juga di sana. Sampai di lantai enam yang merupakan lantai khusus ruang rawat VVIP, mereka bertemu Nara. Jalannya masih tertatih keluar dari kamar rawat opanya. David menghela nafas panja

