Ijab kabul yang digelar tadi pagi, diwarnai haru dan derai air mata. Sekuat apapun Ruth, tetap tidak bisa menahan tangisnya saat duduk di depan penghulu tanpa didampingi papanya. Acara sempat tertunda sebentar. Jingga dan yang lain menenangkan sahabatnya yang menangis tergugu. Bagaimana Ruth tidak nelangsa, di hari bahagia tak seorang pun keluarganya ada di sana. Terlebih tanpa sang papa yang seharusnya jadi wali nikah. Sah, akhirnya Ruth menyandang gelar Nyonya Reynald. Dengan lantang Titan mengucapkan kabul di depan keluarga dan para sahabat mereka. Max dan Kim yang jadi saksinya. Dua orang yang selama puluhan tahun, mendampingi Ruth jatuh bangun melewati pahit getir hidupnya. Hari ini mereka juga yang menjadi saksi ikrar bahagianya. Frans pun hadir di sana. Sama seperti Kim, patah hat

