Mimpi pun pasti tidak pernah Ruth bayangkan, dia bakal jatuh ke pelukan Titan! Pria yang bahkan sejak kali pertama bertemu, sudah bikin emosi karena mulut nyelekitnya. Dimanapun dan kapanpun kalau ada mereka, pasti ribut. Ditambah Titan itu biarpun kulkas menyebalkan, tapi hanya ke Ruth saja galaknya tidak kira-kira. Ibarat bernafas saja, Ruth itu sudah dianggap salah. Untung saja orangnya tidak baperan. Jadi biarpun jengkel sering dibentak-bentak dan diomeli, tidak pernah dimasukkan hati. Siapa sangka galaknya Titan, ternyata akal-akalannya saja untuk menarik perhatian gadis sengklek satu itu. Entah sebenarnya memang sama-sama punya rasa, atau malam itu Ruth lagi setengah teler dan kondisi mood berantakan. Jadinya malah mereka berakhir di tempat tidur. Konyol! Berangkat dari rumah Jingg

