Bab 130. Pembicaraan Panas Mereka

1611 Kata

Kalau bukan karena terlanjur ketemplokan Langit, pasti Zelda tetap kukuh tidak mau berurusan dengan si setan tua. Iya, dia sendiri sangat sadar akan kebodohannya itu. Tidak seharusnya dia meladeni alemannya Langit. Apalagi malah luluh dan mulai melibatkan hati. Percuma dia mati-matian menolak tawaran Ibra, tapi di saat yang sama justru jatuh ke pelukan anaknya. Apalagi Zelda juga sudah nyaman berteman dengan Elang dan para sepupunya. Ucapan Elang kapan hari benar-benar menjadi tamparan keras baginya. Apa gunanya mata, jika menilai orang hanya menggunakan telinga! Dia sudah berbaur dengan mereka. Kenal dan melihat sendiri, bagaimana sifat asli juga perilaku Ibra. Bengis diluar, tapi nyatanya sehangat itu di lingkungan keluarganya. Caranya membalas musuh dengan cara biadab memang tidak bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN