Bab 194. Dendam Dibalas Lunas - 2

2215 Kata

Suasana hening mencekam. Hanya suara berisik anjing yang masih lahap menyantap makanan segarnya. Juna dan Sadewa mendelik dengan tubuh gemetar. Mereka menoleh ke emaknya. Menggeleng mau menyerah dan pergi, tapi Sasha dan Rena malah menekan bahu mereka supaya tetap duduk. Justru adegan menuju klimaks tegangnya. Mana mungkin mereka biarkan anaknya mau minggat dari situ. Mengedikkan dagu, menyuruh keduanya melihat depan. Jleeebbbb “Arghhhhhhh ….” Golok menghujam keras, tepat di d**a Ardhan. Seperti orang kesetanan, Ruth terus membacok pria yang sudah membunuh papanya itu. Hilang warasnya ingat kondisi papanya saat di ICU. Apalagi ketika melepas jenazahnya dikubur di hadapannya. Dia bukan cuma kehilangan sosok papa tercintanya, tapi juga dunianya. Karena sejak kecil Ruth hanya dekat dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN