Bab 196. Akhir Dendam Ruth

1827 Kata

Ruth tidak sedih sedikitpun, tahu adiknya mati saat hendak kabur dari villa. Bagus malah! Jadi dia tidak perlu mengotori lagi tangannya dengan darah. Fennie itu menuruni watak busuk orang tuanya. Wajar, karena sejak kecil didoktrin dengan ajaran tamak dan egois. Terutama untuk membenci Ruth. Dibesarkan di tengah lingkungan toxic, membuatnya meniru apa yang dilihat dan didengar di sekelilingnya. Makanya mereka wanti-wanti ke Ruth, untuk membabat habis keturunan keluarganya. Supaya tidak jadi bumerang di kemudian hari. Yang paling kasihan adalah bayi di perut Fennie. Belum juga melihat dunia, sudah mati bersama emak sintingnya. Sebejat apapun kelakuan orang tuanya, bayi itu tidak berdosa. Hanya saja memang serba salah. Kalaupun lahir dengan orang tua masih hidup, percayalah anak itu kelak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN