Acara resepsi akhirnya segera akan dimulai. Langit dan Zelda sudah berdiri di luar pintu utama ballroom. Jingga, Max, Ezra, dan Hera sibuk menenangkan anak-anaknya yang malah berlarian kesana-kemari. Mengenakan gaun pengantin dan setelan jas yang sama saat di fashion show dulu, kedua mempelai tampak tampil memukau di hari paling bahagia mereka. Keyra merapikan lagi gaun Zelda. Beberapa bagian yang tadinya rusak dan kotor kena darah, berhasil disulap seperti baru lagi. Zelda bersikeras menginginkan gaun itu untuk pernikahannya, karena bagi dia punya makna dan kenangan manis kisah cintanya dengan Langit. Bahwa cinta bukan tentang lamanya perkenalan, tapi perihal getaran hati yang tulus. Cinta bukan tentang menemukan yang sempurna, tapi mau menerima kekurangan dengan sempurna. “Mau minum d

