"Capek ya, Sayang? Ngantuk?" Rafli dapati beberapa kali Zee yang menguap sepanjang acara resepsi. Zee kurang tidur kemarin malam, deg-degan katanya. Sama, Rafli pun juga susah tidur. Karena tak sabar menunggu esok hari. Zee mengangguk. Tapi, perempuan itu masih melempar senyuman hangat kepada tamu yang menyapa melalui lirikan mata—menyalaminya. "Mau duluan ke kamar? Enggak apa-apa." "Enggak usah, Kak. Nggak enak sama tamu." Rafli masih bisa menahan rasa ngantuknya. Dia juga tadi sudah beberapa kali minum kopi. Tidak dengan Zee yang kurang suka kopi. Zee bilang kalau dia terkantuk-kantuk tadi saat dirias. Sudah kurang tidur, sebelum subuh dirinya sudah bangun persiapan di make up. "Nggak apa-apa. Ayo, mau ku anterin dulu ke kamar?" "Udah jam berapa emangnya sekarang?" Rafli melihat

