"Sya ... astaga!" Sora terperanjat saat merasakan pelukan hangat di punggungnya. Pelakunya tak lain adalah sang suami - Ersya. "Kopi yang ke berapa, sayang?" tanya Ersya retoris. Ia tahu jika istrinya sudah banyak minum kopi hari ini. Di weekend yang harusnya bisa mereka manfaatkan untuk quality time itu, Sora justru harus lembur mengerjakan proposalnya karena Senin ia akan seminar proposal penelitian. "Tiga, atau empat. Aku lupa lah. Udah lewat tengah malam, Sya. Kamu nggak tidur emang?" "Kamu sendiri gimana?" Sora menghela napas panjang. "Power point-ku aja belum selesai. Hard file-nya juga belum aku print. Besok last day banget. Aku takut power point-ku nggak bisa selesai sehari," jawab Sora lesu. "Tapi kan kamu tetap perlu istirahat, Sora." Ersya memutar tubuh istrinya. Mengambil

