2. Trauma...

1487 Kata

Kikan mengusap selimut berwarna pink yang baru ia naikkan, tangannya lalu membelai pipi putrinya yang mulai tidak sepucat minggu lalu, setelah dapat perawatan dan akhirnya bisa pulang. Jemarinya menggenggam jemari kecil Felora, “kekuatan Bunda, jangan menyerah ya sayang… Tanpa Felo, Bunda tidak akan sanggup menjalani hidup ini lagi. Bunda akan lakukan apa pun agar Felo bisa bertahan lebih lama, tetap bersama Bunda.” Kikan menyeka air mata yang jatuh, sebelum ikut berbaring dan memeluk malaikat kecilnya. Di saat semua orang meninggalkannya, Felo bersamanya, walau dengan kelainan jantung yang membuatnya lebih lemah dari anak-anak normal lainnya. Mata itu perlahan tertutup, ia menarik napas dalam dan tidak ingin menangis lebih lama hingga membangunkan anaknya. Ketika ia memejamkan mata, ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN