Bab 75-What do you want, My Queen?

1523 Kata

Permainan Ersya kian memanas. Bahu dan beberapa bagian d**a Sora sudah memiliki bercak merah hasil karya sang suami. Tangan Ersya juga semakin nakal menyentuh titik-titik sensitif Sora. Kini, jemari panjang itu menari di atas pusar Sora dengan lihai, membuat Sora harus menahan napas. Bibir mereka kembali bertaut, bersamaan dengan jari Ersya yang perlahan bergerak semakin turun. Belum sempat jari itu sampai di tempat yang ia tuju, Sora lebih dulu menahannya. "Sya ... aku nggak nyaman di sini," ucap Sora dengan napas terengah-engah. Ersya tak mau mengulur waktu lebih banyak lagi. Ia segera mengangkat tubuh Sora dengan ringan dan membawanya ke tempat tidur, membaringkannya dengan lembut, lalu kembali menyesap bibirnya dengan penuh gairah. "You're wet," bisik Ersya, kala dua jarinya berhas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN