“Ra, hari terakhir kerja ya?” sapa salah satu teman kantor Sora yang cukup dekat dengannya. Dewi juga sangat baik dan perhatian. Sora tidak banyak cerita tentang masalah pribadinya pada siapa pun di sana, tapi Dewi cukup pengertian melihat Sora hidup sendiri dan sedang hamil. Dewi pernah menyinggung soal suami Sora, tapi Sora menjawab dengan senyum tipis dan mata berkaca-kaca. Setelah itu, ia tidak pernah lagi mengungkitnya. “Iya, Mbak. Udah due date-nya, belakangan juga mulai kontraksi-kontraksi palsu.” Mulai besok Sora sudah cuti. Ia juga masih mencari pengasuh putranya, untuk nanti selama Sora bekerja. Walau saat diskusi dengan Papa, ia diminta berhenti bekerja dan menjaga anaknya saja. Masalah biaya dan kebutuhan, Papa Sakti siap menanggungnya, karena memang keadaan perusahaan mereka

