Ersya kembali masuk ke kamar Sora membawa sepiring makanan dan segelas air. Sora masih pada posisi yang sama, miring memunggungi pintu. Tapi, Ersya yakin jika Sora masih dalam keadaan terjaga. “Sayang, aku udah buatkan sop untuk kamu. Makan dulu, yuk!” kata Ersya lembut. Ersya duduk di tepi ranjang Sora setelah meletakkan nampan yang ia bawa ke atas meja. Ia sibak perlahan selimut Sora, membuat wanita itu menggeliat pelan. “Hey, kamu belum tidur, kan? Makan dulu, yuk! Kasihan Baby kita, dari tadi belum makan apa-apa. Dia pasti lapar, Ra,” bujuk Ersya. Ia cukup sadar diri jika kehadirannya lah yang mungkin membuat Sora murung seperti saat ini. Namun, ia masih pada egonya, ingin terus berada di sisi Sora, membuat wanita itu kembali terbiasa dengan hadirnya hingga mereka dapat bersatu lagi

