Maafkan Aku

3060 Kata

Langit mulai beranjak siang ketika mobil hitam berhenti di depan rumah di pinggiran kota itu. Dante keluar dengan langkah tergesa. Wajahnya pucat, rambutnya berantakan, kemejanya masih sama seperti semalam — kusut, tak lagi tampak seperti seorang direktur muda yang disegani. Ada lingkar hitam di bawah matanya, dan matanya sendiri... kosong, seperti seseorang yang kehilangan arah. Udara pagi terasa panas menusuk kulit, tapi tubuhnya justru menggigil. Tangannya sempat bergetar kecil sebelum mengetuk pintu. Namun, tak ada jawaban. Ia mengetuk lagi, lebih keras kali ini. “Pak?” suaranya parau, nyaris pecah. “Pak... Reema di rumah, kan?” Butuh beberapa detik sebelum suara langkah terdengar dari dalam. Daun pintu terbuka pelan. Bapak muncul dengan wajah terkejut. Kemeja lusuh warna abu-abu ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN