Calyta

3015 Kata

Hujan tipis-tipis menyapu kaca jendela kantor Sadajiwa, menimbulkan guratan tipis yang lambat merambat ke bawah. Turunnya hujan di Jakarta bersamaan dengan kabar kelahiran bayi dari negara yang jauh di sana, membawa suka cita bagi keluarganya. Dante berdiri di depan jendela dengan jas hitamnya yang masih rapi, tangan diselipkan di saku, menatap jauh tanpa benar-benar melihat. Layar ponsel di tangannya baru saja menampilkan kabar langsung lebih pribadi dari Nolan jika ia dan Candani telah dikaruniai seorang putri. “Calyta Nalani Tsabina,” Dante bergumam lirih, seolah mengeja nama itu dalam-dalam. Ada sesuatu yang menggetarkan dadanya—bukan hanya karena kehadiran keponakan baru, tapi juga karena nama itu dipilih dengan makna yang begitu indah. Yakni, bunga dari surga yang membawa kebaikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN