Warning 18+ . . "Dante sudah bangun belum, ya?" gumam Reema. Sementara meja makan yang sudah Reema tata rapi. Aroma nasi goreng kampung dengan potongan sosis dan telur dadar memenuhi ruangan, khusus Dante telurnya lebih besar, ia membuat dua porsi biasanya Dante juga akan sarapan dengan ini bila ia memasaknya. Sementara itu di dapur Reema masih sibuk menyiapkan jus buah juga. Seperti biasa, ia bangun lebih dulu. Ada rasa tenang ketika bisa menyiapkan semuanya sebelum Dante keluar kamar. Baginya, rutinitas kecil seperti ini justru menjadi momen yang paling ia nikmati sebagai istri, bisa melihat sisi Dante bukan sebagai CEO atau pewaris keluarga besar, melainkan sebagai seorang suami yang ia cintai. Tak lama, suara langkah berat terdengar. Reema menoleh sejenak, tersenyum. Dante kelua

