Sebuah Kunjungan

2894 Kata

“Minum obat dulu, sayang,” ujar Dante pelan, sambil membantu Reema meminum obatnya. Sebelumnya, Dante juga sudah menyuapi Reema makan siang. Ia memaksanya sampai habis meski Reema berkali-kali menolak. Reema menelan obatnya dengan susah payah, lalu ia bersandar lagi. Napasnya pelan, matanya sudah separuh terpejam. Dante duduk di tepi ranjang, menatap wajah istrinya lama sekali. Tangan besar itu perlahan mengelus rambut Reema, jemarinya menyisir helaian panjang yang terurai di bantal. “Tidurlah, sayang. Aku di sini,” bisiknya. Ia menunduk, mengecup kening Reema dengan lembut. Lalu duduk lebih dekat, membiarkan istrinya menggenggam pergelangan tangannya seperti takut ia pergi. Dante terus menatap, seolah ingin menghafal tiap detail wajah Reema. Hidungnya, bibirnya yang pucat, alisnya yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN