Saatnya Dunia Tahu! [END]

4648 Kata

Pagi ini di luar tampak butiran salju lembut perlahan masih turun. Angin berhembus membawa gigil, membuat manusia-manusia di sana lebih memilih masih meringkuk dalam pelukan atau selimut tebal. Waktu sudah kian siang, tapi penguasa langit siang enggan memberikan sentuhan cahayanya. Jika musim seperti ini, siang terasa jauh lebih singkat. Begitu juga Reema, yang baru mengubah posisi sedikit, lalu merasakan sesuatu seperti sentuhan lembut pada perutnya. Diikuti kecupan berulang. Lagi dan lagi. Ia menarik napas dalam, rasanya sangat nyata. Terusik sama seperti semalam, perlahan kelopak mata Reema terbuka. Langsung tertuju pada pusat yang ia rasa, hingga tersuguh pemandangan pertama yang ia lihat adalah… Dante. Lelaki itu sedang menunduk, memberikan kecupan bertubi-tubi pada perutnya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN