Balas Budi

3441 Kata

Suara ketukan sepatu Dante terdengar mantap saat ia berjalan cepat di lorong kantor pusatnya. Jas hitamnya terpasang sempurna, wajahnya tegang, tapi tatapannya jelas menyimpan kelelahan yang tak bisa disembunyikan. Semalam ia hampir tidak tidur untuk mengejar deadline. Namun, begitu sampai di kantor pagi itu, tumpukan pekerjaan seakan jatuh bertubi-tubi ke pundaknya. Surat kontrak yang belum ia tanda tangani, laporan keuangan yang belum rampung, dan revisi tender proyek yang datang mendadak. Semua terasa menyesakkan, membuat Dante tak bisa bernapas lega. “Pak Dante, ini agenda rapat jam sepuluh. Semua sudah menunggu di ruang konferensi,” ujar Hans, terburu-buru mengikuti langkah Dante. Dante mengangguk tanpa suara. Kepalanya terasa berat. Pandangannya sempat melayang ke layar ponsel yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN