BAB 50. Es Krim Rasa Cinta

1535 Kata

Aku melihat Prince sedang berdiri di depan jendela saat aku menutup buku yang tadi sedang aku baca. Mata kami bertemu dan senyum kami berdua terbit begitu saja. Perasaan rindu yang menggebu, rasa kecewa, sakit, gelisah an khawatir yang kemarin sempat membuat aku sampai menangis, kini menguap semuanya hanya karena melihat senyum manisnya yang sekarang menjadi senyum paling indah di dunia dalam versiku. “Nggak bisa buka jendela.” Ucapnya cemberut tanpa suara. Aku terkekeh kemudian menunjuk ke langit-langit kamar dan laki-laki langsung mengangguk mengerti. Tidak lama kemudian pintu di langit-langit kamarku terbuka, dan orang yang sudah aku tunggu sejak tiga hari lalu akhirnya datang. Senyumnya melebar, terlihat seperti begitu bahagia karena akhirnya melihatku lagi. Mana mungkin ada perempuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN