Bab 61. RAHASIA DI BALIK DINDING BATU Patagonia, Argentina – Estancia Valente, Pukul 22.00 ART Malam pertama di rumah itu terasa sangat panjang. Suara angin yang menghantam dinding batu terdengar seperti bisikan ribuan hantu yang menuntut penjelasan. Di dalam rumah, hanya ada suara derak kayu yang terbakar di perapian dan napas teratur Selene yang sudah tertidur di dalam keranjang anyaman di samping tempat tidur. Rafael sudah tertidur di kursi panjang dekat perapian, sebuah senapan berburu tua—yang ia temukan di balik pintu gudang—tergeletak di pangkuannya. Insting pelindungnya tidak pernah benar-benar bisa padam, bahkan di tempat sepi ini. Aurora, bagaimanapun, tidak bisa memejamkan mata. Ia merasa ada sesuatu yang menariknya, sebuah rasa penasaran yang menggelitik di ujung syarafnya.

