Teman-teman

1161 Kata

Marco terpesona oleh momen-momen yang dia habiskan bersama Laura. Istrinya tampak semakin bersinar bersamanya ketika Laura kembali menggunakan mulutnya untuk menyenangkannya di kamar mandi. Marco ingin lebih dekat dengannya pada saat yang begitu intim, tapi dia tau hal itu bisa membuat Laura takut. Dia masih berusaha mengakhiri malam itu di tempat tidur, tepatnya di antara kedua kakinya, tapi Laura tidak mengizinkannya. Marco tidak sepenuhnya memahami hal tabu yang dirasakan perempuan tentang menstruasi, tapi dia menghormati penolakannya. Laura, di sisi lain, merasa senang bisa pergi dan melupakan sejenak presentasi yang akan datang. Dia membereskan barang-barangnya dengan senyum di wajahnya. Dia bahkan tidak punya bikini atau baju renang sampai beberapa hari yang lalu, tapi Nyonya Marg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN