BAB 15

1369 Kata

Setelah berjalan-jalan, Nina berbaring di bangku untuk berjemur. Matanya terpejam ketika ia mendengar suara derap kaki kuda; ia terkejut dan langsung bangkit, lalu menghela napas lega ketika melihat itu hanya suaminya. Dengan rambut tergerai dan kemeja terbuka, Henrik terlihat seperti pria tanpa aturan yang hidup mengikuti caranya sendiri. Nina membayangkan betapa menyenangkannya jika ia bisa menyelusuri rambut dan jenggotnya dengan jemari. Henrik berhenti tidak jauh darinya dan memberinya sebuah senyum—sesuatu yang jarang ia lakukan. “Apa kau mau melihat air terjun?” “Aku mau.” “Tapi dengan satu syarat, sayang, kau naik bersamaku.” Itu terasa sangat intim; ada guratan main-main di wajah Henrik, dan Nina menikmati momen itu. Ia menyambut tangan Henrik yang terulur dan naik ke atas ku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN