Saat Marco akhirnya merasa puas, matahari sudah mulai terbit. Laura, yang dipenuhi kelelahan dan dipenuhi rasa puas, terkulai di dadanya. Marco suka melihat istrinya seperti itu; rasa takut telah sirna, dan kini dalam keintiman mereka hanya ada ruang untuk kenikmatan. Akhirnya, dia bisa menggunakan semua mainan yang dibeli khusus untuk istrinya. Seperti waktu-waktu sebelumnya, mereka tidur saling mendekap erat. Truk sewaan itu baru berakhir setelah pukul lima sore. Istrinya bisa tidur dan beristirahat. Itu adalah malam termahal dalam hidupnya; pemilik truk mendapat banyak uang dari Marco, sampai kira-kira bisa menutup uang sewaan untuk beberapa bulan. Tapi itu juga uang yang paling layak dihabiskan. Dia rela mengeluarkan dua kali lipat demi meredakan penderitaan istrinya. Marco membelai

