Marco sedang duduk di meja bersama Berta ketika Laura turun. Dia mengenakan ransel dan tampak cantik. Rasa cemburu membuat napas Marco tertahan sesaat. Dia tidak akan melarang Laura kuliah; dia sudah berjanji. Hanya enam bulan. Tapi dia harus belajar menerima kemandirian Laura, meski dengan berat hati. Jika ada mahasiswa yang berani mendekatinya, kesabarannya akan lenyap; Laura adalah istrinya. “Apa Rosana sudah pergi?” tanya Laura. “Belum, aku akan memecatnya sekarang.” “Apa kau akan membayarnya untuk hari-hari dia bekerja?” “Aku menolak membayar seseorang yang memata-mataiku.” “Bagaimana jika dia membutuhkannya?” “Dia ingin menyakiti kita. Kau benar-benar mengkhawatirkan itu?” Saat itu, Rosana masuk ke ruangan ditemani Berta. Ketika Marco berdiri, perempuan itu mundur menempel ke

