Marco tidak bisa tidur sepanjang malam; hasrat membuatnya terjaga, dan rasa yang ia kecap dari Laura justru semakin memperparah keinginannya yang tak terbendung. Laura mulai belajar mempercayainya, dan setelah o*****e yang ia alami, ia tertidur di pelukan Marco—rileks dan puas. Kini Marco terjaga, memeluknya sambil mengusap jari-jari di tepi celana dalam yang dikenakannya. Ia rela kehilangan satu lengan hanya untuk merobek kain itu dan menenggelamkan diri di dalam dirinya, tetapi ia tidak bisa. Saat matahari mulai terbit, Marco bangun, membutuhkan sesuatu untuk membakar energi. Suasana hatinya buruk, dan ia bersyukur ada kiriman jagung dan garam yang harus diterima sebelum pukul enam pagi. Ketika para pekerja mulai menurunkan muatan dari truk, Marco ikut membantu. Beberapa dari mereka me

