Meskipun masih ketakutan oleh semua yang telah terjadi, Ella akhirnya tertidur karena kelelahan. Jam di nakas menunjukkan pukul 17.00 ketika ia terbangun. Ia tidak tahu berapa lama ia telah tidur. Tiba-tiba, ia mendengar ketukan keras di pintu, dan rasa takut itu kembali menghantam dirinya. Ia tidak bisa memahami bagaimana ayahnya bisa menyerahkannya kepada pria seperti Javier. Tatapan dan ekspresi di wajah Javier ketika menyeretnya keluar dari rumah tempat mereka menikah di London saja sudah cukup untuk membuat para mafia paling berani gemetar, apalagi seorang gadis yang dibesarkan di biara. Rasa sakit itu melahap Ella, dan ia tahu saat itu juga ia tidak akan pernah memaafkan ayahnya. Ayahnya seharusnya melindunginya, tetapi ia menyerahkan Ella begitu saja demi perlindungan dan kesepakat

