Tawanan Jendral Lautan (END)

1900 Kata

Marsha memang belum kembali sepenuhnya ke dunia jurnalis. Ia belum lagi mengejar narasumber sampai pelosok pesisir, belum berdiri di bawah hujan dengan sepatu penuh lumpur, belum duduk berjam-jam di dermaga kecil mendengarkan nelayan bercerita tentang laut yang berubah warna. Hidupnya sekarang lebih banyak terisi oleh anak-anak, Ocean Lily, rumah, dan artikel-artikel yang ia tulis beberapa kali ketika ada waktu senggang. Namun, meski tubuhnya tidak selalu turun ke lapangan, matanya tidak pernah benar-benar berhenti membaca luka dunia. Siang itu rumah terasa lebih sepi dari biasanya. Sanjaga dan Jendra sudah sekolah, Briella juga tidak datang bermain karena Anaya bilang anak itu ada kelas musik. Marsha baru saja menutup laptop setelah menulis setengah artikel tentang pemulihan mangrove ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN