Sialnya, perkataan Aura membuat Hanna jadi memikirkan sesuatu. Sebenarnya mereka sudah berpisah karena Hanna sudah lebih dulu meninggalkan kafe tempat dirinya ketemuan dengan Aura. Sungguh, Hanna merasa puas bisa ‘menampar’ wanita itu dengan kata-katanya. Meski Hanna juga tak bisa memungkiri masih kepikiran ucapan terakhir Aura, padahal saat ini Hanna sudah tiba di rumahnya. Hanna masih terngiang percakapan terakhirnya dengan Aura tadi.... “Kalau kamu nggak hamil, kamu yakin Mas Satya tetap akan menikahimu?” Itu adalah pertanyaan Aura tadi. Dan tanpa ragu Hanna menjawab, “Yang pasti hamil atau nggak-nya aku ... dia nggak akan menikahi kamu. Ini fakta.” Sekarang Hanna jadi mempertanyakan itu, kira-kira apa yang akan terjadi jika dirinya tidak hamil? Tiba-tiba sebuah ketukan pintu membu

