Tahan Pak Ihsan

1126 Kata

Senyum Ihsan terus menghiasi wajah tampannya. Tangannya menggenggam erat tangan istri tercintanya tak mau terlepas barang sedetikpun. Sejak turun dari pesawat dia selalu menjawab sapaan orang yang mengenalnya. Suatu keajaiban dunia hingga membuat Indira tak yakin jika yang ada di sampingnya adalah Ihsan Dirgantara. Pasangan pengantin baru itu tiba di Bali untuk menjemput kedua putrinya. Pastinya setelah berhasil membujuk si kecil. Karena ngambek tak diberi tahu soal pernikahan kedua orang tuanya dan Adek bayinya yang telah lahir. “Beli es krim dulu, Mas. Pak Arsya bilang Lila masih menangis.” Ihsan melihat jam yang ada di tangannya sudah jam 7 malam. Itu berarti gadis kecilnya menangis lebih dari empat jam. “Jangan sampai Adek demam lagi,” ucapnya pelan. “Sepertinya sudah demam. Keban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN