Arsya mulai sibuk di kantor setelah istri dan anak-anaknya pulang ke rumah. Selain bekerja hari-harinya kini di sibukkan dengan perannya sebagai Papa baru. Dia tak pernah pulang telat. Sebelum makan malam pasti sudah bermain dengan kedua anaknya. Kebiasaannya begadang cukup berguna ketika putrinya bangun tengah malam. Brian dan Brianna menjadi idola baru di keluarganya. Setiap hari kediaman Kakek Fathir ramai berdatangan orang-orang yang ingin menjenguk si kembar. Namun, di Kakek posesif Ihsan mulai membatasi orang yang boleh berkunjung. Waktunya pun tidak boleh lebih dari 30 menit. Sempat membuat geger keluarganya tapi dia tidak peduli. Kenyamanan putri dan cucunya yang paling penting baginya. “Mama, Adek haus ...” Arsya menirukan suara anak kecil ketika menyerahkan putranya pada sang

