Tangis bahagia memenuhi ballroom tempat akad nikah Arsya dan Safira. Setelah keduanya meminta restu pada orang tua tak ada satupun tamu yang tidak menangis. Semuanya menangis saat foto mendiang Ayah dan Ibu Fira ditampilkan pada layar besar ditengah pelaminan. Arsya terus menggenggam tangan sang istri. Sesekali mencium punggung tangan yang dihias oleh henna. Memberikan senyuman agar Safira menghentikan tangisnya. “Terima kasih ya, Om.” “Harusnya aku yang berterima kasih padamu, Sayang." Safira menyandarkan kepalanya pada bahu pria yang kini resmi menjadi suaminya. “Fira bahagia sekali hari ini. Semua orang berkata sayang sama aku.” “Tentu saja mereka sayang sama kamu. Jangan berpikiran buruk lagi! Mama dan Papa sudah berjuang keras agar kamu mendapatkan tempat di keluarga besar Dirgan

