Menculik Istri

1199 Kata

“Papa, Fira boleh pulang bareng Om Arsya?” “Kenapa tidak bareng mobil Kakek saja?” tanya balik Ihsan. “Harap maklum dong, Pa. Namanya juga mau pendekatan,” saut Arsya. Ihsan melirik tajam ke arah Arsya yang baru keluar dari cafe. Sepupunya tidak datang sendiri melainkan bersama kedua orang tuanya. Arsya sengaja mengajak Mami dan Papi nya ikut acara syukuran yang dibuat oleh Ihsan. Tujuannya pastinya agar lebih dekat dengan Safira. “Bujang lapuk Mami sepertinya ketempelan jin.” “Dia sedang berlatih memanggilmu dengan panggilan ‘Papa’ sebelum menjadi menantu,” jawab Mami Arsya. “Ihsan tidak setuju, Mam.” “Alasannya apa, Nak? Karena umur atau masa lalunya yang pernah gagal menikah?” “Keduanya, Mam. Putriku terlalu muda untuk menikah dengan bujang lapuk itu. Lagipula, ada satu pertanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN