Menikah dengan gadis belia tidak pernah ada dalam benakku. Apalagi gadis itu adalah anak sepupuku. Ihsan Dirgantara musuh bebuyutan sejak aku kecil. Bukan musuh yang sebenarnya namun lebih ke suka saling menggoda. Safira, anak kecil yang rajin memasak untukku ternyata jodohku yang terlambat datang. Sewaktu rencana pernikahanku gagal dia yang memberiku asupan nutrisi setiap hari. Meskipun masih SMP dia sudah pandai memasak. Semua makanan yang di bawa Pak Tur selalu aku habiskan tanpa sisa sedikitpun. Kini gadis itu menjadi istriku. Calon ibu dari anak-anakku. Safira tengah mengandung anak kembar. Kata Dokter jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan. Selama kehamilan aku yang mabuk parah hingga kesusahan beraktivitas. Namun, aku bersyukur bukan dia yang mengalami morning sickness. Jadi bis

