Sudah satu minggu Ihsan berada di Surabaya untuk mengurus pekerjaan. Saking rindunya dengan Indira setiap malam selalu meminta sang istri untuk menyusulnya. Tapi, tidak bisa. Indira sibuk mengurus Kalila yang akan mengikuti lomba dan mengantar Safira kontrol ke rumah sakit. Belum lagi, membantu Titan mengurus Baby Yusuf. Waktunya banyak tersita untuk mengurus ketiga putrinya dan cucunya. Hingga, Ihsan merasa tersisih dan kurang diperhatikan. Padahal, Indira selalu adil dalam hal perhatian. Tak pernah membeda-bedakan antara anak dan suami. Namun, bayi tuanya selalu protes saat dia tak bisa ikut ke luar kota. “Kenapa lama angkat telponnya?” “Aku abis bantuin Mama membereskan meja makan, Mas.” “Memangnya Bibik kemana? Kenapa kamu yang harus beberes? Percuma saja Mama bayar ART sebanyak it

