Mereka dibuat penasaran setengah mati, ada apa gerangan antara Ocha dengan Rico Bastian. Tidak mungkin Ocha akan sepanik itu bertemu kakak si Daren, jika tidak ada sesuatu yang terjadi sebelumnya. Masih berdiri mematung di dekat pintu dengan muka memerah, Ocha terlihat bingung mau nekat pergi atau tetap di sana. Sumpah, dia menyesal ikut Shera kesini. “Di luar ada anak buahku, jadi jangan harap kamu bisa seenaknya pergi lagi tanpa seizinku!” Rico Bastian melangkah tertatih sambil meringis. Daren yang mendorong tiang infus melirik Ocha bingung. “Kalian kenal?” tanya Daren. “Tidak!” tegas Ocha. “Iya kah? Jangan-jangan kamu amnesia! Tapi kenapa cuma lupa kejadian malam ….” “Bisa diam nggak sih, kamu?!” bentak Ocha panik memotong ucapan Rico yang makin tertawa senang. Cello, Liam dan Let

