Hari terakhir kerja menjelang pernikahan mereka lusa, dari kantor Liam dan Shera menyempatkan diri mampir ke Abraham hotel untuk melihat lagi persiapan pesta. Perasaan Shera menghangat, mereka benar-benar total menyiapkan semua meski hanya dalam waktu dua minggu. Padahal dia menginginkan pesta yang sederhana, karena tidak ingin memberatkan Liam dan keluarganya. Namun, nyatanya semua serba luar biasa. Ballroom hotel yang sudah mulai disulap jadi tempat pesta yang megah. Padahal ini belum sempurna karena bunga segar baru esok akan dipasang, tapi sudah tampak indah dengan d******i warna putih dan birunya. Undangan tidak bisa dibatasi hanya keluarga terdekat saja, karena Liam memang punya kolega bisnis yang tidak sedikit. Jadi Shera mengikuti apa yang sudah mereka atur. Iya, mungkin begitu

