Bab.114 Hampir Ketahuan

1814 Kata

Cengar-cengir Daren mengekor di belakang Nay yang melangkah dengan muka masam. Di sinilah Cello merasa dilema, karena yakin si tengil satu itu pasti juga mengancam dengan segala cara untuk mendekati sepupunya. Liam masih menatap curiga. Semakin yakin memang ada yang tidak beres di balik kedekatan mereka. Nay saja masih patah hati, mana mungkin secepat itu menerima Daren yang petakilan. Dia sama sekali bukan tipe idaman Nay. “Hai Gemoy!” Tuh kan! Baru datang dia langsung menyebalkan. Bukannya menyapa yang punya rumah, Daren malah memanggil kucingnya Ganesh. Mending digubris, si mpus bahkan melirik pun enggan. “Kok kalian bisa datang bareng semobil? Jangan bilang kebetulan, karena aku tidak setolol itu akan percaya!” todong Liam begitu keduanya duduk di depannya. “Habis kencan,” jawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN