EKSTRA PART - 3

1543 Kata

Mereka semua terhenyak mendengar hinaan kasar dari mulut wanita kurang ajar itu. Sempat beberapa detik hening, sampai kemudian suara tamparan keras dan jerit kesakitan menggema di ruang tamu sana. Lagi, Tristan menampar mulut istrinya yang makin kelewatan. “Kurang ajar! Berani sekali kamu menghina Shera dan mamanya! Mulut biadab!” desis Sandi gemetar digulung emosi mendengar Shera dan mendiang Yunita dihina seperti itu. “Papa istirahat dulu di dalam. Biar Shera yang selesaikan. Ayo, saya antar ke kamar!” Liam dan ayahnya menuntun Sandi masuk ke kamar di ruang belakang. Baru setelah mereka menghilang, Shera menegakkan punggung dengan tatapan menghunusnya. “Tadinya aku masih menghargaimu karena biar bagaimanapun kamu istri kakakku, tapi ternyata kamu memang sampah yang tidak layak diharga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN