Pertemuan Kecil

992 Kata

Langit sore itu mendung, tapi tidak ada tanda hujan akan turun. Awan-awan kelabu menggantung rendah, membuat cahaya matahari meredup jadi warna jingga pucat. Angin semilir menggerakkan dedaunan di halaman proyek “Rumah Kedua”—sebuah area luas yang perlahan mulai berbentuk perumahan sederhana namun rapi. Beberapa tukang tampak sibuk memasang jendela, ada yang merapikan talang air dengan hati-hati, sementara di sudut halaman, anak-anak magang dari Rumah Kedua tengah mengecat pagar kayu berwarna putih. Tawa kecil mereka terdengar bersahutan, membuat suasana kerja terasa hidup dan hangat. Di antara kesibukan itu, Ferdy berdiri di atas tangga lipat, memeriksa sambungan atap rumah yang baru dipaku. Tangannya cekatan, wajahnya serius, tapi matanya sesekali menyapu sekeliling—sebuah kebiasaan ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN