Ruangan Paling Sepi di Lantai Paling Atas.

1269 Kata

Malam telah jatuh lama di atas kota. Gedung tinggi tempat kantor Jafran berdiri megah kini sunyi, seolah turut lelah bersama waktu. Hanya suara lembut mesin pendingin yang masih berdengung di antara lorong-lorong kaca, diselingi gemuruh samar kendaraan di kejauhan. Semua lampu telah padam. Semua lantai telah gelap. Kecuali satu—lantai paling atas. Di sana, cahaya redup masih menyala dari ruang CEO. Bukan karena pekerjaan, tapi karena sesuatu yang lebih sunyi dari diam. Jafran duduk sendirian di kursi kulit hitamnya, tubuhnya bersandar lelah. Dasi dilonggarkan separuh, dua kancing teratas kemeja terbuka, lengan tergulung sampai siku. Tatapannya menembus jendela kaca tinggi, memandangi kota yang berkelip seperti semesta kecil—cantik, namun tak terjamah. Di meja, segelas whiskey duduk ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN