Penasaran

2474 Kata

Maya kembali ke hotel menjelang sore dengan langkah pelan. Sejak kejadian tadi siang, ia benar - benar tidak ke mana - mana lagi. Pintu kamar hotel itu tertutup, dan sejak saat itu pula dunia di luar seperti berhenti relevan baginya. Ia melepaskan sepatu, mengganti baju dengan kaus longgar, lalu menjatuhkan diri di sofa dekat jendela. Tirai tidak ia tutup sepenuhnya. Cahaya senja Bali masuk samar, memantul di dinding kamar yang berwarna krem. Biasanya pemandangan seperti itu cukup untuk membuatnya merasa bersyukur. Tapi kali ini, tidak ada rasa apa pun. Maya tidak ingin keluar atau sekedar jalan - jalan. Tidak ingin melihat wajah siapa pun diluar sana. Ia memesan makan malam lewat room service, makanan yang bahkan tidak benar - benar ia inginkan. Hanya nasi, capcai, dan segelas orange j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN