Hari-hari setelah lamaran berjalan cepat, seperti seseorang yang menekan tombol fast forward tanpa sempat bertanya apakah semua sudah siap. Keesokan harinya setelah malam lamaran itu, Bian benar-benar harus kembali ke ritme hidupnya sebagai pilot. Jadwal terbangnya kembali padat, dan kali ini rutenya bukan Jakarta ke kota-kota jarak pendek, melainkan rangkaian penerbangan internasional yang membuat Nadira harus kembali belajar ditinggal beberapa hari oleh Bian Sejak itu pula Nadira selalu menerima pesan baru, yaitu setiap Bian berangkat terbang, Nadira selalu menerima notifikasi, Aku sudah boarding. Aku lagi transit tapi nggak bisa nelpon. Aku hampir sampai hotel, nanti aku telepon Dan pesan-pesan itu menjadi notifikasi yang dinanti Nadira. Terkadang ia menerima pesan tersebut saa

