Ternyata, Nadira Sudah Pergi

4000 Kata

Begitu roda pesawat menyentuh landasan bandar udara Ngurah Rai, desis rem pesawat disambut oleh rasa lega dari penumpang di belakang karena mereka sudah tiba dengan selamat di Bali. Bali sore itu cerah awan tipis berarak di langit biru, matahari sudah turun dan mulai condong ke barat, dan hawa khas udara lembap bercampur aroma laut segera menyergap hidung Bian saat keluar dari pintu pesawat. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya. Sejak kejadian di rumah semalam, kabar soal kehamilan Clarissa dan semua tuduhan gila yang tertuju padanya, pikirannya tidak berhenti berputar. Ia tahu hanya satu orang yang bisa membuat pikirannya sedikit lebih ringan, Nadira. Setelah melewati proses crew check-out di bandara, mereka dijemput bus hotel seperti biasa. Di dalam mobil, suasana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN